I Travel: Leiden

Belum sempat cerita sama sekali tentang Rotterdam, tapi malah mau cerita tentang jalan2 ke Leiden. Nggak apa2 lah yaa.. mumpung masih segar dalam ingatan.

Iya, berhubung sedang agak ‘kurang kerjaan’ karena jarang kuliah, selain lebih rajin baca saya juga jadi nyari2 kesempatan buat jalan2. Mulai sadar juga kalo masa studi di Belanda cuma tinggal 4-5 bulan, setelah itu bakal langsung diseret kantor buat balik kerja lagi, jadilah mulai panik nge-list hal2 yang belum dilakukan dan tempat2 yang belum dikunjungi di Yuropah, terutama di Belanda.

Perjalanan naik kereta ke Leiden cuma makan waktu sekitar 35 menit dari Rotterdam. Begitu sampai, jalan ga gitu jauh dari Leiden Centraal Station, kami udah sampai di dua attractions menarik, Volkenkunde museum dan Windmills museum. Iya, Leiden ini memang kecil, jadi keliling kota bisa dijabanin hanya dengan jalan kaki (sambil menyusuri kanal2nya yang cantik ^^). Karena udah pernah ke Kinderdijk dan liat2 windmills sampe mabok, kami skip Windmills museum di Leiden ini, langsung ke Volkenkunde.

Windmills museum tampak dari kejauhan

Windmills museum tampak dari kejauhan

SAMSUNG CSC

 Volkenkunde adalah museum etnografi, jadi koleksinya lebih terkait dengan kebudayaan masyarakat atau etnis tertentu. Museumnya ga terlalu besar, dengan koleksi permanen tentang Jepang, Korea, Cina, dan Oceania. Ada bagian tentang Indonesia (yang sepertinya sih temporary, but i might be wrong) dengan koleksi yang kayanya bahkan lebih menarik daripada yang pernah saya liat di Indonesia, dan terawat dengan baik pula. Cuman, yang bikin agak nyesek adalah, they bluntly admit bahwa koleksi mereka ini diambil pada masa penjajahan Indonesia, jadi semacam koleksi rampasan perang gitu lah. Tiket masuk museum  ini 12 euro, tapi bisa dapat student discount 50% kalo bawa kartu pelajar.

 SAMSUNG CSC

Hadiah ultah untuk Ratu Beatrix yang ke-13, dibuat untuk menggambarkan keanekaragaman etnik di daerah jajahannya, Dutch Oost Indies alias Indonesia.

Hadiah ultah untuk Ratu Wilhelmina yang ke-13, dibuat untuk menggambarkan keanekaragaman etnik di daerah jajahannya, Dutch Oost Indies alias Indonesia.

SAMSUNG CSC

Tapi yang jadi highlight kunjungan kali ini adalah temporary exhibition Volkenkunde yang ngebahas tentang Geisha. Berasa banget kalo well researched dan well presented juga, jadinya seru dan menarik. Kalo kaya gini kan jadi semangat buat main ke museum yaaa..

SAMSUNG CSC

SAMSUNG CSC

Para geisha yang terkenal. Ada yang jadi businesswoman, nikah sama bangsawan Amerika, dll.. They’re not as repressed or marginalized as people might thought.

Kok jadi serem kalo udah difoto gini yak..

Kok jadi serem kalo udah difoto gini yak..

nonton documentary step by step dandannya para geisha sebelum berangkat 'dinas'..

Nonton documentary step by step dandannya para geisha sebelum berangkat ‘dinas’..

Para maiko alias geishas on training

Para maiko alias geishas on training

Puas liat2 Volkenkunde, cuma perlu jalan dikit lagi untuk sampe di Oudt Leyden, pancake house tua yang terkenal dengan pancakenya yang segede kapal UFO. Pancakenya enyaakk, ga terlalu manis dan ga bikin enek.

SAMSUNG CSC

Cherry Pancake

Cherry Pancake

Setelah kenyang, kami lanjut jalan ke next destinations: Leiden University, Pieterskerk, Burcht, dan diakhiri dengan nyari2 puisi jawa Ranggawarsita sama Chairil Anwar di Wall of Poems yang tersebar di Leiden. Jalan2 kali ini cukup berbudaya yaa 😀

Bukan jalan2 di Belanda kalo ga ketemu kanal cantik di sana sini

Bukan jalan2 di Belanda kalo ga ketemu kanal cantik di sana sini

SAMSUNG CSC

Kampusnya Sri Sultan HB X dan Willem Alexander, raja Belanda saat ini. Gerbangnya sederhana banget. Mungkin ada bagian yang lebih megah, tapi kami malas nyarinya 😀

Pieterskerk yang ternyata bisa disewa buat gala dinner atau kawinan :D

Pieterskerk, gereja semi Gotik yang sekarang bisa disewa buat gala dinner atau kawinan 😀

SAMSUNG CSC

Monumen, makam, dan lukisan di Pieterskerk

Monumen, makam, dan lukisan di Pieterskerk

Kios es krim lagi rame2nya berhubung udah masuk spring dan bermatahari. Ikut2an deh..

Kios es krim lagi rame2nya berhubung udah masuk spring dan bermatahari. Jd ikut2an deh..

Burcht, benteng di bukit yang dibangun untuk evakuasi banjir.. Kurang tinggi sih utk bisa dapat view seluruh Leiden..

Burcht, benteng di bukit yang dibangun untuk evakuasi banjir.. Masih kurang tinggi sih utk bisa dapat view seluruh Leiden..

Puisi jawa Ranggawarsita di Kraaierstraat 34

Puisi jawa Ranggawarsita di Kraaierstraat 34

Puisi Chairil Anwar di Kernstraat 17a, ternyata di halaman rumah orang dan digembok zzz..

Puisi Chairil Anwar di Kernstraat 17a, ternyata di dalam halaman rumah orang dan digembok zzz..

Overall impression, Leiden ini semacam kota mini yang unyu. Hampir semua attractions bisa dicapai dengan jalan kaki. Yang lumayan bikin kaki gempor, nyari puisi Ranggawarsita sama Chairil Anwar, tapi itu pun karena tujuan lain udah beres sementara hari masih panjang karena sunset baru sekitar jam 7 malam, jadilah sekalian.. Karena capek, kami pilih balik ke Leiden Centraal naik bus aja. Perjalanan hari itu diakhiri dengan makan malam di Eazie, wok Cina halal ga jauh dari stasiun sentral.

Kami sempat bahas juga, enakan tinggal di Leiden yang mini dan mayan tua atau di Rotterdam yang besar dan modern. Leiden mayan cantik, tapi enaknya di Rotterdam mau cari apa aja ada, dan sepertinya lebih ga gampang bosen yaa.. Eits, tapi nanti dulu.. begitu balik ke Leiden Centraal menjelang matahari tenggelam, kota ini mulai ramai dengan para mahasiswa dan mahasiswi rupawan yang udah kelar belajar dan keluar sarang. Eye candy beneeerr.. Kayanya Leiden di malam hari juga ga akan semembosankan itu ya 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s